Liputan6.com, Jakarta Macam-macam puisi terdiri dari yang lama dan baru. Untuk macam-macam puisi lama terikat oleh aturan lama seperti jumlah baris, jumlah bait, bunyi sajak atau rima, jumlah suku kata pada tiap baris, dan irama. Sementara macam-macam puisi baru tidak terikat oleh aturan tertentu. Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra Nah, untuk membedakan puisi dengan jenis-jenis karya sastra lainnya, kamu bisa memperhatikan dari ciri-ciri puisi berikut ini: 1. Puisi terdiri dari beberapa bait. Umumnya, setiap bait terdiri dari empat baris atau larik. 2. Puisi akan menggunakan diksi atau kata-kata yang bersifat kiasan untuk memperindah bunyi. Contoh penggunaan kata dalam puisi: Dari puisi di atas dapat dianalisa, yaitu: Unsur-unsur puisi; Puisi di atas berjudul Bersama Alam karya Abdul Rahmat. Puisi tersebut terdiri atas 3 bait dan memiliki 12 baris. Rima pada bait pertama sampai dengan ketiga adalah a-a-a-a, karena pada bait pertama dan kedua setiap baris berakhiran huruf a. dan pada bait ketiga berakhiran huruf n. Struktur penyusunan puisi modern lebih bebas dalam penyesuaian jumlah baris, suku kata dan juga rima dalam bait puisi tetapi memiliki penyusunan yang lebih simetris atau rapi. Berikut ini jenis-jenis puisi modern: Balada, merupakan jenis puisi modern yang berisi sebuah cerita dari pengalaman pribadi sang penulis atau mitos dan legenda. Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat. membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram kemantapan pengalaman, dan pengetahuan penafsir akan menentukan mutu rumusan makna QtRUH4.

puisi pengalaman pribadi 2 bait