Pola Asuh Demokratis cocok diterapkan pada usia 6-12 tahun. Pada tahap ini anak mulai mampu memilih apa yang diminati. Anak sudah bisa menolak yang bukan keinginannya. Pola demokratis sangat cocok diterapkan pada generasi milenial karena anak merasa bebas namun orang tua harus memberikan aturan yang jelas agar anak bisa bertanggung jawab atas 265 | Pengaruh Pola Asuh Orangtua Dalam Peningkatan Prestasi Belajar Anak Jurnal Dinamika Pendidikan | DOI: 10.33541/xxxxxx-xxx-0000-0 otoriter, pola asuh demokratis dan pola asuh permisif), sangat berpengaruh dan prestasi yang diharapkan akan terjawab sesuai tujuan belajar. Kata kunci: Pola asuh, Prestasi Belajar. Zaman semakin maju tentunya pola asuh anak zaman dulu dan sekarang sudah berbeda ya, Moms. Untuk membuat Si Kecil sukses, hal itu dapat dipengaruhi dari pola asuh yang diterapkan oleh Moms dan Dads. Dalam sebuah keluarga, Moms dan Dads harus bisa menerapkan suasana demokratis karena dapat mendukung perkembangan Si Kecil terutama dalam hal Pola asuh demokratis pada anak dinilai sebagai salah satu gaya parenting yang unik sebab memiliki ciri yang khas. Dikutip dari Mom Junction, berikut ciri-ciri dari pola asuh demokratis. 1. Melibatkan Anak dalam Pembuatan Aturan. Dalam pola asuh demokratis, aturan tetap ada. pola asuh di bagi menjadi tiga jenis yaitu pola asuh demokratis, otoriter, dan per-misif. Masing-masing pola ini memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri dalam penerapnnya untuk mengoptimalkan perkembangan emosi anak usia dini. Yanti mengungkapakan (dalam Muarifah & Puspitasari, 2018, hlm.2) bahwa pola asuh demokratis memungkinkan bagi PCUw.

contoh pola asuh demokratis